KARAKTERISTIK ORANG TUA by Vivin Uswatun Hasanah

reblog notes..semoga bermanfaat :)

       Seorang Muslim sudah semestinya memikirkan masa depan dengan melakukan invesment -bukan dengan stock portofolio, 401K, rumah ataupun saving account, tetapi dengan shodaqoh jariyah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan membina anak yang sholeh/-ah. Ketiga aktivitas ini ternyata tercakup dalam proses pendidikan anak dan apalagi Alhamdulillah banyak diantarakita yang telah dikaruniai anak, sehingga saya tergerak untuk merangkum 6 karakteristik kepribadian seorang ayah idaman.

1. Keteladanan

       Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka dan mengikat simpul tali sepatu. Saya berusaha melarangnya dengan memberikan penjelasan bahwa cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak. Namun hasilnya nihil. Ini merupakan satu contoh nyata bhw anak, terutama pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya. Tidak perduli apakah itu benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan apa yang kita larang.

       Apakah kita sudah memberikan teladan yang terbaik kepada anak-anak kita? Apakah kita lebih sering nonton TV dibandingkan membaca Al-Quran atau buku lain yang bermanfaat? Apakah kita lebih sering makan sambil jalan dan berdiri dibandingkan sambil duduk dengan membaca Basmallah? Apakah kita sholat terlambat dengan tergesa-gesa dibandingkan sholat tepat waktu? Apakah bacaan surat kita itu-itu saja?

       Allah S.W.T berfirman dalam surat ash-shaff 61:2-3: “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamuperbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apayang tiada kamu kerjakan. “

       Allah S.W.T juga mengingatkan untuk tidak bertingkah laku seperti BaniIsrail dalam firmanNya dalam surat Al-Baqoroh 2:44 “Mengapa kamu suruhorang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?”

2. Kasih Sayang dan Cinta

       Kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus merupakan dasar penting bagi pendidikan anak. Anak-anak usia dini tidak tahu apa namanya, tapi dengan fitrahnya mereka bisa merasakannya. Lihatnya bagaimana riangnya sorot mata dan gerakan tangan serta kaki seorang bayi ketika ibunya akan mendekap dan menyusuinya dengan penuh kasih sayang.

       Bayi kecilpun sudah mampu menangkap raut wajah yang selalu memberikan kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang dengan tulus, apalagi mereka yang sudah lebih besar.

Rasulullah SAW pada banyak hadith digambarkan sebagai sosok ayah, paman, atau kakek yang menyayangi dan mengungkapkan kasih sayangnya yang tulus ikhlas kepada anak-anak. Sebuah kisah yang menarik yang diceritakan oleh al-Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id dari Abu Laila.

       Dia berkata: “Aku sedang berada di dekat Rasulullah SAW. Pada saat itu aku melihat al-Hasan dan al-Husein sedang digendong beliau. Salah seorang diantara keduanya kencing di dada dan perut beliau. Air kencingnya mengucur, lalu aku mendekati beliau. Rasulullah SAW bersabda, ‘Biarkan kedua anakku, jangan kau ganggu mereka sampai ia selesai melepaskan hajatnya.’ Kemudian Rasulullah SAW membawakan air.” Dalam riwayat lain dikatakan, ‘Jangan membuatnya tergesa-gesa melepaskan hajatnya.’

       Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita ungkapkan kecintaan kita yang tulus kepada anak-anak kita hari ini?

3. Adil

       Siapa yang belum pernah dengar kata sibling rivalry dan favoritism? Jika belum dengar, maka ketahuilah! Siapa tahu kita termasuk orang yang telah melakukannya. Seringkali kita terjebak oleh perasaan kita sehingga kita tidak berlaku adil, misalnya karena anak kita yang satu lebih penurut dibandingkan anak yang lain atau karena kita lebih suka anak perempuan daripada anak laki-laki dll.

       Rasulullah SAW bersabda: “Berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu dalam pemberian.” (HR Bukhari)

       Masalah keadilan ini dikedepankan untuk mencegah timbulnya kedengkian diantara saudara. Para ahli peneliti pendidikan anak berkesimpulan bahwa faktor paling dominan yang menimbulkan rasa hasad/ dengki dalam diri anak adalah adanya pengutamaan saudara yang satu di antara saudara yang lainnya.

       Anak sangat peka terhadap perubahan perilaku terhadap dirinya. Jika kita lepas kontrol, sesegera mungkin untuk memperbaiki, karena anak yang diperlakukan tidak adil bisa menempuh jalan permusuhan dengan saudaranya atau mengasingkan diri (menutup diri dan rendah diri).

4. Pergaulan dan Komunikasi

       Seringkali kita berada dalam satu ruangan dengan anak-anak, tapi kita tidak bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Kita asyiik membaca koran, mereka asyiik main video game, atau nonton TV.

       Banyak hadis yang menggambarkan bagaimana kedekatan pergaulan Rasulullah SAW dengan anak-anak dan remaja. Beliau bercanda dan bermain dengan mereka.

Bagaimana dengan kita yang sudah sibuk kuliah sambil bekerja plus ‘ngurusin’ (**smile**)? Mana ada waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak? Sebenarnya ada waktu, jika kita mengetahui strateginya. Misalnya, sewaktu menemani anak bermain CD pendidikan di komputer, kita bisa menjelaskan cara mengerjakan/bermainnya, lalu memberi contoh sebentar, lantas bisa kita tinggalkan. Begitu pula dengan buku bacaan dan permainan lainnya. Repotnya ada sebagian ayah yang tidak mau berkumpul dengan anak-anak, terutama yang menjelang dewasa karena takut kehilangan wibawa atau kharismanya. Ini pandangan yang keliru. Yang lebih tepat adalah kita jaga keseimbangan, artinya kita tidak boleh terlalu kaku dalam memegang kekuasaan dan kharisma, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar.

5. Bijaksana Dalam Membimbing

       Rasulullah SAW bersabda: “… Binasalah orang-orang yang berlebihan …” (HR Muslim). Jadi metoda yang paling bijaksana dalam mendidik dan mengarahkan anak adalah yang konsisten dan pertengahan - seimbang, yakni tidak membebaskan anak sebebas-bebasnya dan tidak mengekangnya; jangan terlalu sering menyanjung, namun juga jangan terlalu sering mencelanya. Bila ayah memerintahkan sesuatu kepada anaknya, hendaknya ayah melakukannya dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan tidak lupa membumbuinya dengan canda seperlunya. Jelaskan hikmah dan manfaatnya, sehingga anak termotivasi untuk melakukannya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi anak dalam melaksanakan perintah atau aturan tersebut.

       Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa melatih pribadi perlu kelembutan, tahapan dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain, tidak menerapkan kekerasan, dan berpegang pada prinsip pencampuran antara rayuan dan ancaman.

6. Berdoa

       Para nabi selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah untuk kebaikan keturunannya. “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim:35)

“Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kepadaku di hari tua(ku)Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim:39-40)

Tags: parenting

(Book Review) HABITS_how to master your_ by : Felix Y Siaw

Pernah melihat orang yang begitu piawai memainkan piano?

Atau orang yang begitu handal dalam public speaking?

Pernah dengar bahwa kepintaran atau keahlian adalah bakat?

Di buku Habits ini, Felix Y Siauw bercerita kalau “Keahlian itu bukan diwariskan, namun keahlian adalah hasil pilihan, latihan dan pengulangan pilihan-pilihan yang telah dibuat.”. Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berpikir. Contohnya, asik banget kan kalau bisa lancar berkomunikasi dengan bahasa asing secara otomatis jika bertemu dengan bule-bule karena kita terbiasa melatih kemampuan bahasa asing kita untuk berkomunikasi :) .

Kok bisa ya? Ternyata dari 11.000 sinyal yang diterima otak manusia, hanya 40 sinyal yang diproses secara sadar, sisanya otomatis! Jika itu terjadi otomatis kita bisa melakukan hal-hal yang istimewa, dan itu yang biasanya dilakukan oleh seorang profesional (wanna be professional).

The Nature of Habits : AUTOMATICALLY!  Yaitu pembiasaan respon terhadap kondisi tertentu, kalau lika mengibaratkan seorang keeper akan otomatis menagkap bola yang berusaha membobol gawang karena sang keeper sudah terbiasa melakukan respon tersebut dalam latihannya berkali-kali.

Stucture of Habits:

Thougths —> Purposes —> Actions —> Habits —> Personalities

Jadi terbukti kalau habit kita akan mencirikan diri kita. (betul?)

Karena “diri kita” adalah gabungan dari habits yang biasa kita lakukan yang berawal dari cara berpikir  yang akan menentukan kecenderungan kita, cara berpikir juga menghasilkan keyakinan, kemudian keyakinan membentuk perbuatan. Maka perbedaan cara pikir akan membuat perbedaan amal.

Why Habits??

Memilih atau tidak memilih, habits akan tetap ada dalam diri kita

 —> if you choose not to plant flower on your garden, then weeds will grow without encouragement or support :) . Jika diperbolehkan memilih, kenapa membiarkan habits buruk menjadi habits kita? Kabar baiknya kita diperbolehkan untuk memilih (horay! :D )

Habits adalah pelayan kita , pekerja kita, seandainya kita telah cukup mengajarinya, maka mereka akan melakukan hal itu secara otomatis. Sama seperti pendapat Jean Marie Steni dalam bukunya Double Your Brain Power hanya butuh langkah awal untuk melatih  otak kita untuk melakukan aktifitas yang kita inginkan dengan effort lebih, selanjutnya itu akan terjadi secar otomatis, hanya butuh pengulangan, semakin sering maka kita akan semakin expert.

 How to build HABITS?

  1. Practice
  2. Repetition

Jika ibarat sebuah keluarga, habits akan dilahirkan dari pasangan ayah dan ibu. Kalau Habits diibaratkan anak, practice/praktik adalah ayah, dan repetition/pengulangan adalah ibu J

           Ayah + ibu = anak     —>   praktik + pengulangan = habits

 Spiral of Habits

Diibaratkan dengan hukum keseimbangan akar dan daun:

Hmm.. pernah liat pohon beringin?

Biasanya kalau di film-film, para penggembala yang sedang menggembala ternak, asik tidur pulas dibawah pohon beringin karena tajuknya yang lebar dan menaungi. Percayakah kamu jika akar pohon beringin pun panjangnya selebar tajuknya. Percaya ga percaya, harus percaya.. karena memang begitu kenyataannya :p

Lebar Tajuk Daun = panjang akar ( as above as below)

Setiap repetisi akan memperkuat HABIT baik, berlaku untuk kebalikannya.

Seperti spiral hanya ada 2 kemungkinan :

  1. Bertambah besar
  2. Bertambah ciut

Nasihat Imam Syafiià “Wahai saudaraku, kalian tidak akan dapat menguasai ilmu, kecuali dengan 6 syarat : dengan kecerdasan, menuntutnya dengan bersemangat, dengan kesungguhan, dengan memiliki bekal (investasi), bersama pembimbing, serta waktu yang lama.”

Otak kita ibarat komputer, yang mampu memproses lebih cepat suatu memori jika sering diakses, seperti itulah cara kerja pengulangan.

Installing Good Habits

Hebatnya Allah ternyata manusia memiliki 1.000.000.000.000 sel syaraf otak. Setiap ada aktifitas baru, maka sel syaraf itu akan terhubung satu sama lain membentuk sebuah pola, jika ada repetisi hubungan pola antar sel syaraf bertambah tebal.

Why? What? How?

Why adalah daya dorong kita melakukan sesuatu akan luar biasa jika dikawinkan dengan what yang merupakan daya tarik kita melakukan sesuatu sehingga memberi tujuan gairah dan semangat!!

Seperti Muhammad Al-Fatih dididik dengan satu tujuan semasa kecil dipersiapkan untuk penaklukan konstantinopel. Itu membuktikan apa aktivitas kita saat ini adalah cerminan masa depan. Dan How adalah pertanyaan spesifik bagaimana kita mencapai “what”.

Conditioning Habits

Seperti teori Pavlov —> “Conditioning Theory” (lebih lengkap bisa dilihat pada bukunya)

Langkah awal adalah bagian yang paling sulit untuk membiasakan habit menjadi aktivitas kita, terdapat 3 milestone dalam menerapkan habits:

  1. Konsisten dan kontinyu dalam 30 hari
  2. 3x30 hari habit baru akan lebih kuat
  3. 10x30 hari, insyAllah habit telah solid, dan program hampir permanen.

Luck is a part of Habits

Luck = hasil pembiasaan diri ketika berhadapan dengan peluang

—> yuk ciptakan keberuntungan dengan habits :)

Ust.Felix mengibaratkannya dengan sesorang yang berharap mendapat istri salihah, jika tidak menciptakan kesempatan itu dan menunggu takdir, jangan harap akan mendapat istri salihah. Keberuntungan juga hasil kali persiapan dan kesempatan, persiapan bisa kita pilih, tapi kesempatan tidak dapat kita pilih.  2 orang bisa mendapat kesempatan yang sama jika pilihan yang dipilih sama, visi yang sama, mencintai Dzat yang sama, cepat atau lambat pasti akan berjumpa :’)

“anytime you see someone more succesful than you are, they are doing something you aren’t”(Malcolm X)

Let’s Make Habits  ^_^

  1. Mulai dari yang kecil
  2. Temukan tempat habits
  3. Berlatihlah terus

To be an Expert

Mengapa harus expert? Karena seorang expert mampu memberikan manfaat, dan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat. Expert artinya mampu membentuk dan mengendalikan habits.

The rules of 10.000 hours become an expert à latihan 3 jam/ hari butuh 10 tahun, jika ingin expert dalam 5 tahun butuh latihan 6 jam/hari.

“easy come easy go, everything that came with an instant will gone in an instant, there’s no such thing a “ujug-ujug”

Re-difining —> “imposible” means i’m posible seperti yg diterangkan Allah pada [QS.Al-Baqarah:268]

Setelah panjang lebar kata kuncinya adalah :

                          TAKE ACTION!  = priceless

Bertumbuh setiap hari 1%/hari dalam 1 tahun tumbuh 365% (Amazing!)

Unreasonable Fear adalah ketakutan yang hanya ada di dalam bayangan saja, jangan sampai ketakutan membunuh rasa penasaran dan bahkan mematikan HOPE. Karena nyatanya hasil dari penelitian 90% yg dikhawatirkan tidak pernah jadinyata!

Mental wajib yang dimiliki adalah VISIONARY à mampu melihat lebih daripada mata dengan akal dan keimanan.The End is Better than Begining, seorang muslim sejati bukan yakin atas sesuatu yang dilihat mata, melihat sesuatu berdasarkan yang diyakini.

Just KILL the Excuses

Suatu kejadian mungkin adalah takdir, Namun meresponnya adalah pilihan yang ada pada manusia. Don’t erase your mistakes, learn from their. Seorang Pesimus menyalahkan kesalahn, sedangkan Optimus belajar dari kesalahan.

Dan… Excuses are extremely very DANGEROUS.

Alasan adalah ciri orang gagal karena pencari alasan tak pernah belajar.

Devil’s Temptation à #mendingan, #daripada, #yang lain juga begitu, #sekali ini aja,  #ini yg terakhir deh

Tips  :

  1. Keras kepada diri
  2. Disiplin
  3. Memaksa diri

Dan semua tinggal perkara pilihan : Mau? atau Tidak Mau?

Pilihan ada pada Anda :)

 Semoga bermanfaat, recomended buat baca langsung bukunya Habits bisa dicari di toko-toko buku terdekat, tidak dianjurkan seperti lika yang meminjam buku pada kang Afdilla Gheivary.hehe :p

semoga manfaat yang lika dapat dari buku ini menjadi amal dan pahala kang Afdil, hatur nuhun :D

Tags: habits faith

Bunda pelangi, selamat ulang tahun :)

terinspirasi dari seorang teman yang bercerita tentang orang-orang penting di hidupnya,

Aku pun begitu..

20 mei 2013 ini umurnya bertambah menjadi 28 thn.

tentu saja doa-doa terbaik selalu aku panjatkan pada Allah, untuknya, keluarga dan orang-orang yang aku cintai.

beberapa tahun yang lalu, aku pernah bercerita padanya tentang kisah yang sangat menyentuh perasaan dan sangat mengharukan antara adik dan kakak, kisah ini diterjemahkan dari judul “I cried for my brother six times”, yang menceritakan kasih sayang adik terhadap kakak kandung, rela menderita demi kakak tersayang. (http://www.facebook.com/notes/lika-lulu/thanks-for-everything/436340574425)

di kisahku dibalik, teteh kandung yang berjuang untuk adik kesayangan nya.hehe :D

dia pernah menjadi tenaga ahli keperawatan yang bekerja di International Hospital of Riyadh selama satu tahun meninggalkan suami yang dicintai, itu pilihan.. dan salah satu alasannya.. agar aku bisa terus melanjutkan belajar di universitas negri di Bandung.

saat aku kirim cerita itu, kalimat yang selalu aku ingat darinya :

i cried when i was reading this note.. you should be better than me,you should reach anything what i couldn’t reach, you should give what i couldn’t give to our the most beloved women that is our mother..promise me

saat itu aku pun berjanji, berusaha mewujudkan cita-citaku dan membahagiakan mamah sesuai pesannya.

kini di Sukabumi insyaAllah tetehku ini bahagia dengan suami dan anaknya bernama pelangi (singkatan dari PEnty LAn menyayaNGI) dan menyebut dirinya bunda pelangi.

selamat ulang tahun Penty Dwi Utami, semoga Allah meridhoi setiap langkahmu menjemput rezeki, menjadi istri yang shalehah, dan menjadi bunda super seperti mamah kita bersama :D

Like ·  · Unfollow Post · Promote · 

Tags: happiness

nursyifaazzahra:

Hey, it’s May 20th! Pagi ini sejuta rangkaian kata pembangkit kesadaran nasional akan masa depan bangsa ini di berbagai media sosial, membuat saya semakin gelisah. Teringat akan usia yang juga telah melewati angka 20. Banyak kisah heroik pemuda yang memperjuangkan apa yang menjadi purpose in life…

Amin… semoga kita tetep istiqamah syifa :D

dioisriding:

islamicthinking:

image

1.) Dress up for your wife, look clean and smell good. When was the last time us men went shopping for designer pajamas? Just like the husband wants his wife to look nice for him, she also wants her husband to dress up for her too. Remember that Rasulullah SAW would always start with Miswak when returning home and always loved the sweetest smells.   

2.) Use the cutest names for your wife. Rasulullah SAW had nicknames for his wives, ones that they loved. Call your wife by the most beloved names to her, and avoid using names that hurt their feelings.  

3.) Don’t treat her like a fly. We never think about a fly in our daily lives until it ‘bugs’ us. Similarly, a wife will do well all day - which brings no attention from the husband - until she does something to ‘bug’ him. Don’t treat her like this; recognize all the good that she does and focus on that.   

4.) If you see wrong from your wife, try being silent and do not comment! This is one of the ways Rasulullah SAW used when he would see something inappropriate from his wives Radiallahu Anhunn. It is something that very few muslim men have learnt or practice with their wives.  

5.) Smile at your wife whenever you see her and embrace her often. Smiling is sadaqah and your wife is not exempt from the muslim ummah. Imagine life with her constantly seeing you smiling. Remember also those Ahadith when Rasulullah SAW would kiss his wife before leaving for Salah, even if he was fasting.   

6.) Thank her for all that she does for you. Then thank her again! Take for example a dinner at your house. She makes the food, cleans the home, and a dozen other tasks to prepare. And sometimes the only acknowledgment she receives is that there needed to be more salt in the soup. Don’t be that person; thank her!

7.) Ask her to write down the last ten things you did for her that made her happy. Then go and do them again. It may be hard to recognize what makes her happy. You don’t have to play a guessing game, ask her and work on repeating those things in your life.   

8.) Don’t belittle her desires. Comfort her. Sometimes the men may look down upon the requests of their wives. Rasulullah SAW set the example for us in an incident when Safiyyah RA was crying because, as she said, he had put her on a slow camel. He wiped her tears, comforted her, and brought her the camel.   

9.) Be humorous and play games with your wife. Make her laugh, have little ‘inside’ jokes and moments with her. Honestly your wife’s laughter is one of the best sounds in life. Make her smile keep & her happy. Look at how Rasulullah SAW would race his wife Aisha RA in the desert. When was the last time we did something like that?  

10.) Always remember the words of Allah’s Messenger SAW: “The best of you are those who treat their families the best. And I am the best amongst you to my family.” Try to be the best!

Never forget to make dua to Allah SWT to make your marriage successful. And Allah SWT knows best. :)

“…your wife’s laughter is one of the best sounds in life.”

THIS!

(Source: islamicthinking, via nofalianofa)

"

damaikan jiwamu dengan cinta Dia..

(“…hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”
Ar-Rad : 28)

"

— (via nofalianofa)

laurabfernandez:

To storage your memories first you should live them….

love it soo much ;)
©2013laurabfernández
ll PRINTS ll

laurabfernandez:

To storage your memories first you should live them….

love it soo much ;)

©2013laurabfernández

ll PRINTS ll

nofalianofa:

Forum Indonesia Muda #FIM #FIM14 #Indonesia

terpikat sekali dengan spirit yang coba disampaikannya lewat tulisan, Amiin Allahuma Aamiin… semoga Generasi Solusi ini, benar adanya :D

keep spirit :)

nofalianofa:

Forum Indonesia Muda #FIM #FIM14 #Indonesia

terpikat sekali dengan spirit yang coba disampaikannya lewat tulisan, Amiin Allahuma Aamiin… semoga Generasi Solusi ini, benar adanya :D

keep spirit :)

(Source: marceltirawan)

Tags: nasionalisme

"Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu?"

— (Hasan al Banna). (via nofalianofa)

(Book Review) _Pudarnya Pesona Cleopatra_

Bersyukur beberapa bulan yang lalu sebelum mulai penelitian untuk menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa, lika sempat membaca buku ini. Saat sedang menyusun untuk persiapan sidang, rasanya jenuh dan sedikit mengalihkan perhatian untuk menulis review cerita ini. Kenapa? entahlah.. saya pun tidak paham.

                                                 ***

Singkat Cerita buku ini mengenai kisah seorang pria yang mendamba kecantikan. Lama belajar di Cairo membuat konsep cantik di mindsetnya adalah gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir yang merah. Dia ingin sekali memperistri seorang wanita Mesir. Namun, keinginannya itu sirna saat dia telah dijodohkan ibunya dengan anak seorang sahabatnya. Dia pun setuju dengan perjodohan itu, karena dia ingin menjadi anak yang berbakti pada Ibunya.

Pernikahan itu tetap berlangsung dengan rasa keterpaksaan. Biarpun begitu alangkah mulia sang istri yang sangat mencintai dan memuliakan suami, padahal perlakuan suami padanya hanya dibuat-buat, hanya sandiwara dan lama-kelamaan menjadi suami yang sangat cuek, acuh, dingin dan membuat hati sang istri merana. Pernikahan itu menciptakan kesengsaraan bagi keduanya, suami yang mencoba mencintai namun tak dapat mencintai karena bayang-bayang Cleopatra, dan Raihana yang mencintai suaminya dengan sepenuh hati namun tak dicintai.

Tapi Allah sang pemilik hati yang mampu membolak-balikkan hati, memberikan hidayahnya. Suatu ketika  bertemulah Suaminya itu dengan seseorang yang beristrikan wanita Mesir, dan ternyata menderita dan menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Pria itu diperbudak dengan kecantikan yang berujung perceraian yang sangat dibenci Allah.

Mendengar cerita tersebut sang suami teringat istrinya Raihana yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Sesampainya di rumah dia tak menemukan Raihana, dia menemukan surat-surat curahan hati yang isinya betapa selama ini Raihana mati-matian mencintai, meredam rindu belaian suaminya, dan menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya.

Raihana tetap setia memanjatkan doa :

“Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh di hadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah Kau muliakan hamba dengan al-Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok ke dalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba.

Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintu-Mu, melabuhkan derita jiwa ini ke hadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku.

Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yg layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau.”

(doa yang sangat menyentuh dan sukses membuat lika nangis kagum ada wanita setegar ini, meski sudah disakiti tetap mendoakan kebaikan untuk orang yang dicintainya, Ya Allah, mampukah hamba?)

Akhirnya Sang suami pun tersadar bahwa selama ini ada wanita yang benar-benar mencintainya . Dia sangat menyesal dengan tindakannya selama ini yang menyia-nyiakan seorang istri shalehah dan dia berniat untuk meminta maaf. Namun semua sudah terlambat. Raihana telah berpulang memenuhi panggilan Allah bersama kandungannya.

Habiburrahman El Shirazy, Pudarnya Pesona Cleopatra

(Novel Psikologi Islam Pembangun Jiwa)

penerbit : Republika 2006 image

banyak pesan dan hikmah yang dapat diambil, semoga jadi bahan renungan untuk kita semua, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, baik dimata kita belum tentu baik dimata Allah. jika kaitannya dengan cinta, ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan yang katanya membuat sesak bahagia :)

bukunya bisa dicari di toko buku terdekat.hehe :p

tapi potongan ceritanya bisa temen2 dapet disini :

http://gandasulistiyo.files.wordpress.com/2008/03/habiburrahman-el-shirazy-pudarnya-pesona-cleopatra.pdf

insyaAllah semoga bermanfaat :D

ayo berlomba-lomba berbuat kebaikan ;)

semoga dipasangkan dengan seseorang yang mencintai kita seutuhnya karena Allah. Jadi teringat rangkain doa Oki Setiana Dewi yang jadi salah satu favorit lika :

duhai Rabbi, sesungguhnya Engkaulah pemilik hati,
yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku untuk bertemu belahan jiwaku
menciptakan kasih sayang di antara kami, agar tentram hidupku dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaanMu

duhai Rabbi, jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surgaMu,
berikanlah aku seorang imam yang akan mendoakanku menjadi bidadari surganya hingga doanya menjadi salah satu alasan bagiMu mengisi salah satu surgamu dgn aku

duhai Rabbi, jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku
dgn ibadahku sendiri, berikanlah aku seseorang yg membuatku
mengabdikan diri kepadanya sebagai bukti cintaku kepadaMu
agar ridhanya menjadi kunci bagiku membuka surgaMu
dan pengabdian padanya adalah ibadah mulia yg kulakukan
atas nama cinta kepadaMu

duhai Rabbi, andai itu semua tak layak untukku
pertemukanlah aku dengan jiwa baik yg kurindu itu,
yg mengaitkan cintanya hanya kepadaMu
hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayangMu
dan maafkan kami atas kesalahan kami yg pernah memburu cinta
yg hadir tanpaMu, yg datang tidak atas namaMu
dan biarkanlah kami menjadi hamba yg mengisi menara-menara langitMu,
yg Engkau janjikan akan terisi dengan mereka yg saling mencintai karenaMu.

—> wahai Engkau yg Maha mendengar lg mengetahui, kabulkanlah doa kami.

Amiin.. ya Allah ya Rabbal’alamin..

Tags: faith hope love